3 Fakta Unik Sop Buntut, Si Favorit di Bumi Aki
15 September 2021

Siapa yang tak kenal sop buntut? Sop bening berisi potongan daging buntut sapi lokal dengan kuah gurih yang menyegarkan. Menu yang cocok dinikmati kapan pun, apalagi di tengah cuaca Puncak yang dingin menyejukkan.

 

Sebagai salah satu menu favorit pilihan pelanggan Bumi Aki, ternyata sop buntut punya sejarah tak biasa, loh. Cek 3 faktanya di bawah ini!

 

Sop Buntut berasal dari Eropa

 

Siapa yang sangka sajian dengan cita rasa lokal ini sebenarnya berasal dari Eropa? Banyak yang beranggapan bahwa varian sop ini merupakan salah satu kuliner asli Indonesia dan harus dijaga kelestariannya.

 

Tapi ternyata, sop buntut sebenarnya berasal dari Eropa, loh. Ada banyak pendapat dari ahli bahwa sop buntut atau yang juga dikenal dengan oxtail soup ditemukan di London, Inggris. Oxtail soup dipercaya telah dibawa oleh rombongan Huguenot Perancis dan imigran Belgia.

 

Kaya akan manfaat

 

Selain rasanya yang disukai banyak orang, sop buntut juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Bagian buntut sapi dikenal mengandung banyak gizi, seperti kalori, protein, karbohidrat, lemak, kalsium, fosfor, dan zat besi. Banyaknya kandungan gizi ini membuat buntut sapi menjadi bagian yang paling sering dicari.

 

Tak hanya itu, tambahan gizi juga didapatkan dari kuahnya yang dilengkapi berbagai sayuran, seperti, tomat, wortel, dan kentang. Tentu ini membuat sop buntut menjadi sajian yang lengkap dengan vitamin A, vitamin C, dan vitamin B kompleks.

 

Sop buntut adalah kuliner internasional

 

Bukan hanya Indonesia, ternyata ada tujuh negara lain yang menyajikan kuliner serupa, dengan bahan utama daging buntut sapi. Tujuh negara itu adalah Italia, Filipina, Vietnam, Jamaika, Tiongkok, Korea Selatan, dan Kuba.

 

Nah, setelah melihat 3 fakta unik ini, tertarik untuk mencicipi Sop Buntut Spesial khas Bumi Aki?

Other Articles
Bumi Aki dan Bumi Nini merupakan restoran keluarga yang menyajikan sajian tradisional dengan cita rasa khas Pasundan, yang sudah tersertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability Standard) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.